Rabu, 08 Juli 2009

Morning Glory

Cuma Iseng....................

hueuehueuheuhuh

Before

After

Selasa, 21 Oktober 2008

Dot Illustartion

Gw Inget waktu jaman Kuliah....pas Mata Kuliah Illustrasi....disuruh Sket ini lah cabo bikin Skaet muka pake titik / Garis dll akhirny kemarin iseng2 gw bikin pake Photoshop.... Tools Brushed 1 pt gw bikin Sketsa muka....setelah gw kerjain selama 1 Bulan ( ngga full Pastinya) Akhirnya jadi juga. Gila ternyata cape banget Klak-Klik Mulu

Photoshop Cs3

Coorporate Identity

gw tertatang nih....gara2 ngga bisa 3D gw coba bikin deh...tapi ngga pake Software 3D......justru gw kolaborasiin ma 2 Software....... Outline + 2D : CorelDRAW X4 Couloring + Finishing Touch : Photoshop Cs 3 Alhasil

NB: Yah Paling ngga 3D-3D an

Jumat, 15 Agustus 2008

Imageenation 1

Merah warna gw.....banyak arti dari warna merah.....yang artinya lo juga dah pada tau... buat nambah koleksi lo gw mo kasih warna Fav gw nih.......untuk Wallpeper lo......silakan di DL / Save as

Degan 2 Versi RED n BLACK
Software : Photoshop CS2 & CorelDRAW X3

Rabu, 13 Agustus 2008

SEBUAH ANGAN²

semua bakal jadi pasti kalo duit udah berbicara.......seandai² adalah kata yang tepat dalam hidup gw....yang akhirnya gw tumpahin dalam visual gw "Seandainya gw punya ASTON MARTIN gw bakal modif abis²an"

Pure: Photoshop CS2

Sabtu, 12 Juli 2008

My Best Friend

seharian kerja ngga ada Order.....mo bikin kesibukan tapi bingung....iseng gw punya foto "one of my lovely friend" (halah apaan sih bahasanya) yah gw re-touch.....yang sekarang umurnya 26 gw bikin 17 tahun...xxiixixixixix "Dian jangan marah yahh....huheuehuehue"

Re-Touching
Pure Photoshop

Rabu, 11 Juni 2008

Home Sweet Home

Rekor Vote Tertinggi Selama Join di Photoshopcontest(PSC).........ga nyangka.......gimana menurut lo...??

Materinya Eksekusinya Link : Photoshop contest

Sabtu, 07 Juni 2008

CONVERSE ALL STAR Batik Rock Hi

Salah Satu Karya Pameran Gw Yang Ada Di "EXHIBITION BATIKAHOLIC" Gw Ambil Produk Ini karena emang Gw Cinta mati ma ALL STAR

copyright @ Photoshop CS2 & CORELDraw X3

Mo liat Pameran BATIKKAHOLIC yang laen ....ni linknya
via: http://visualclinique-emptyspace.blogspot.com

Selasa, 29 April 2008

Waiting In Vain

Narsis lagi..narsis lagii.........................

Copyright @ Photoshop CS2

Sabtu, 26 April 2008

Biaya Membuat Flyer

Berapa biaya yang dikeluarkan untuk membuat sebuah flyer? berikut ini basic price buat dikebet, supaya tidak ketipu ama percetakan... 1. Film Sebelum lo ke percetakan, lo harus buat film. Separasi biasanya membutuhkan 4 warna (Cyan, Magenta, Yellow, Black). Untuk yang lebih advance lagi, mungkin lo bisa main di 2 atau 3 warna untuk berhemat. Sebuah film 4 warna ukuran A4 biasanya lo bisa tebus dengan harga 60.000-an 2. Kertas Yang paling populer untuk bikin flyer biasanya memakai kertas ART KARTON, ketebalan kertas bisa lo pilih. Pilih kertas yang tidak terlalu tipis, biasanya orang lebih suka dengan kertas yang tebal. Art karton 260 sampai 310 biasa di pakai. Di toko kertas mereka tidak menjual ukuran yang kita inginkan, mereka jual biasanya dengan 2 ukuran, 65 x 100 dan 79 x 109. Sebuah kertas Art karton 310 ukuran 65 x 100 biasanya dijual dgn harga Rp. 2500 selembar, lo bisa minta mereka potong kertas itu sesuai ukuran FILM yang lo bikin. Jenis kertas lain yang lagi trend saat ini adalah IVORY, ciri cirinya adalah salah satu permukaannya lebih kasar dari yang lain. biasanya sisi yang kasar ini yang dicetak. kelebihannya adalah menyerap warna lebih baik dibandingkan sisi yang halus. kelemahannya adalah membutuhkan waktu lebih lama untuk kering. harga kurang lebih sama dengan ART Karton... 3. Percetakan Sesudah bikin film, dan beli kertas, lo bawa itu semua ke percetakan yang lo mau. Percetakan biasanya mempunyai 2 jenis mesin, ini harus lo perhatikan karena berpengaruh dengan luas cetakan yang akan lo buat. jenis pertama adalah GTO, yang mempunyai ukuran 36 x 52 cm, yang kedua adalah SORM, yang berukuran 69 x 100. Sesuaikan ukuran Film dan Kertas sesuai jenis mesin yang akan lo pakai. Gua biasanya memilih GTO karena ongkos cetak yang lebih murah. Satu tips lagi adalah, maksimalkan film dan kertas yang lo pakai, pergunakan sebesar mungkin luas yang lo pakai. Gua biasanya masukkan semau design yang gua ingin cetak, flyer bolak balik dan invitation. Jadi dalam sekali cetak lo bisa dapat semua. Untuk ongkosnya biasanya dihitung berdasarkan berapa warna yang lo pakai. Mesin GTO biasanya dihargai 80.000 per warna. Jadi jika lo pakai 4 warna, ongkos cetaknya adalah 320.000... Jumlah maksimal yang diperbolehkan biasanya tidak lebih dari 3000 x naik cetak (3000 kertas). Sekali lagi, maksimalkan ukuran kertas yang lo akan pakai, karena akan lebih murah ongkos cetaknya. 4. After effect / Finishing touch - Laminating dop paling populer, harga Rp. 0.20 / cm persegi - Glossy finish Rp. 0.08 / cm persegi - UV Spot Rp. 0.25 / cm persegi + biaya film - Pisau Pound (untuk bentuk aneh aneh) 60.000 - 300.000 , ongkos potong 60.000 / 1000 lembar Cetak mencetak flyer kalau sudah tahu caranya mending dikerjakan sendiri, akan lebih hemat lumayan banyak, apalagi jika elo bisa optimalkan cost yang lo keluarkan dengan jumlah cetakan yang diinginkan. Kalau bingung cari dimana tempat yang nyediain semua ini, biasanya gua ke daerah belakang permata hijau, Jl. kebayoran lama, disana lo bisa temuin mulai dari tempat bikin film sampai ke tempat finishing... Semoga membantu dan berguna...

Rabu, 09 April 2008

My MOONster

Nyoba Re Touch Dari Outline yang udah ada terus di Touching deh...yah jadinya kayak gini......

Copyright @ Photoshop CS2

Sabtu, 22 Maret 2008

Ansteckend

Penggabungan tema Dance United dengan desain Robot (Sci-fi)....menghasilkan buah karya yang bisa dikoleksi utuk para desainer
via : Forum Ravelex.net

Sabtu, 15 Maret 2008

Flyer Design

Phunktion #28 2006
Design By LAWRENCE
Via : Forum ravelex.net

Illustration Digital

VARIOUS // Digital Illustrations
CURIOSITY ART SHOW 2006 // Poster Series
NTURE TODAY // Poster Series
DANCE // Poster
Digital Kitchen - Toyota Boards // Design & Illustration.
VIA : www.albertocerriteno.com

Kamis, 13 Maret 2008

POSTERS CD DESIGN ILLUSTRATION

via : www.colingordon.com

illustration From Jogja

Stevo 2D
This mural is no longer exist due to May 27th earthquake
Vector illustration for fun
Via: www.indieguerillas.com

Jumat, 07 Maret 2008

Warna-warni Grafiti Mengepung Kota

Setiap hari, tiap kali menempuh ruas jalan di Jakarta, sekali waktu mata Anda mungkin pernah tergoda memerhatikan warna-warni coretan cat semprot yang menempel di dinding kosong, halte, tiang listrik, dinding seng, hingga badan bus metro mini.
Bunyinya bisa macam-macam, mulai dari sekadar nama sebuah sekolah penguasa jalur sepanjang rute bus, tuntutan kepada pemerintah, hingga tulisan-dilengkapi gambar-dengan desain dan komposisi warna yang rumit.
Goresan itu terbagi dua yaitu grafiti (coretan) dan mural (lukisan). Kehadirannya pun punya dua makna, memperindah atau malah dianggap mengotori pemandangan. Buktinya, lukisan mural karya para perupa dalam ajang Jak@rt lima tahun lalu justru dihapus Pemda DKI Jakarta.
Sebaliknya di Yogyakarta, kedua karya itu justru jadi bagian tak terpisahkan dari kota itu. "Yogyakarta harus diakui sebagai tempat tumbuh kembang grafiti dan mural. Di sana jauh lebih berkembang dibandingkan kota-kota lain," ujar Ing, salah satu pentolan grafiti Bandung yang juga pemilik distro Wadezig. Sementara itu, di Jakarta selama menyusuri ruas jalan Jakarta, saya mencatat setidaknya ada beberapa seniman grafiti yang rajin ngebom atau membuat karya mereka di seantero tembok kusam Ibu Kota.
Sebut saja Darbotz alias Darma Adhitia, pendiri TembokBomber.com yang lebih suka disebut sebagai street artist daripada artis grafiti, karena dia tidak hanya berkarya dengan cat semprot, tapi juga dengan cat biasa dan sticker. Terkenal dengan karakter 'cumi' yang menghiasi jalan-jalan di Jabotabek, misinya adalah untuk membuat karakternya terkenal menjadi sebuah brand.
Ada Toter Crew, diperkuat Kicky dan Wormo pada pertengahan 2002. Toter atau Total Teror, berasal dari kata gaul Malaysia, berarti mantap. Toter mulai berkreasi di jalanan sejak 2004. Keduanya percaya bahwa grafiti jalanan bukanlah perusakan, dan jalanan adalah sebuah galeri yang besar dan bebas.
Pada saat masih belajar ngebom di jalan-jalan Jakarta, mereka bergabung dengan TembokBomber. Sekarang keduanya bekerja sebagai desain grafis paruh waktu. Ada pula Tutu alias Age yang termasuk senior dunia seni Jakarta. Ketika stensil belum ada, kita bisa temukan hasil karya stensilnya berupa karakter beruang Winnie the Pooh & wajah misterius di bemo dan bajaj di Kemang, daerah kekuasaan Tutu. Saat ini dia bekerja sebagai 3D Animator di SpatLab dan Animagic. Baginya, street art adalah cara untuk menunjukkan kritik sosial.
Lalu ada Modern Crew, alias Echo. Sejak demam seni grafiti mulai melanda Jakarta pada 1997, seniman ini dikenal memiliki teknik pewarnaan yang sangat bagus. Dengan karyanya, dia selalu mencoba untuk menciptakan sesuatu yang lebih dari sekadar ekspresi. Begitu pula Kims atau Prianggadhi Angga yang memulai grafiti sejak 1998. Lima tahun kemudian, bersama dua temannya membentuk Fat Crew, tapi akhir-akhir ini Kims berkreasi sendiri dan tidak memakai tag Fat Crew lagi.
Ada juga Ones, salah satu Artcoholic Crew. Mahasiswa InterStudi ini telah melakukan grafiti lebih dari lima tahun. Karya-karyanya banyak mengandung pesan kepada publik bahwa grafiti bukan kejahatan atau perusakan. Lalu, Graver, anggota Mase Crew yang terbentuk dua tahun lalu dan punya cita-cita meningkatkan dunia grafiti di Indonesia dan dapat menjadi salah satu legendaris grafiti.
Salah satu srikandi di dunia ini adalah The Slyndicates alias Sanchia. Termasuk pendatang baru di komunitas desain grafis Jakarta.
Perempuan ini dikenal dengan ilustrasi dan karakter desainnya yang aneh, sebuah media di mana dia menemukan kebahagiaan dalam menuangkan emosi di tembok. Nama-nama mereka terdengar aneh di kuping. Maklum, seni yang mula-mula berkembang di tembok makam kuno atau rusak ini lalu jadi penanda kekuasaan gang sejak dimulainya urbanisasi besar-besaran di berbagai daerah di AS.
Dalam dunia grafiti, tanda ini dikenal sebagai tag, namun mendekati akhir abad ke-20, tag tidak berhubungan lagi dengan gang dan mulai diberlakukan seperti tanda tangan. Tag, seperti nama samaran, kadang dipilih untuk merefleksikan beberapa kualitas dari si pembuat (writer). Tagging dipopulerkan seniman Hobos dan dengan bantuan media dan musik rap; sehingga ditiru di seluruh dunia.
Butuh nyali Sebagai aktivitas yang rentan disebut pengganggu ketertiban, selain para seniman grafiti dituntut punya kreativitas dan teknik yang tinggi, mereka juga diwajibkan punya nyali lebih kalau sewaktu-waktu digertak petugas.
Lebih sial lagi kalau kemudian mereka kemudian sampai harus masuk bui gara-gara terkena pasal-pasal vandalisme akibat aktivitas coreng-moreng di dinding Ibu Kota itu. "Tapi akhir-akhir ini kami udah jarang ngejar-ngejar mereka [pembuat grafiti] kayak dulu. Soalnya karya mereka sekarang bagus-bagus. Justru yang mengotori pemandangan itu iklan," ujar Udin, petugas Tramtib yang ditemui Bisnis di persimpangan Slipi. Toh meski mulai 'aman', para pembuat grafiti di Jakarta tetap saja punya keinginan untuk membuat grafiti di posisi yang menantang. Misalnya tempat yang susah di jangkau di tiang jalan layang yang tinggi. Selain menaikkan pamor, juga untuk memperoleh hasil yang terbaik. "Tapi pernah juga sih kita dilaporin Tramtib ke polisi waktu ngebom [bikin grafiti] di Pondok Indah. Tapi nggak sampai harus masuk penjara. Cuma disuruh ngecat dan bikin surat perjanjian nggak akan ngebom lagi," kenang personel Toter, Wormo. Jebolan Limkokwing Institute Creative of Technology (LICT) Malaysia itu dalam sebulan bisa dua atau tiga kali ngebom dengan sedikitnya enam kaleng cat semprot di tempat-tempat yang menantang dan tidak dipikirkan orang lain.
Selain bermodalkan senjata tradisional cat kaleng semprot atau stensil di tempel, ada pula yang fanatik menggunakan teknik Wheat Pasting atau Paste - Up yang biasa dikerjakan oleh The Slyndicates. "Caranya gambar, terus di fotokopi perbesar sebesar-besarnya, gunting lantas ditempel di mana saja menggunakan lem fox campur air. Budgetnya sih tergantung mau nempel berapa banyak, tapi modalnya kira-kira Rp200.000-an," tutur dia.
Jebolan Swinburne National Institute of Design, Melbourne, Australia, dan Amsterdam Instituut Voor Schilderkunst (AIS) itu mengaku menggunakan teknik itu karena kurang percaya diri dengan penggunaan cat semprot. Hanya saja, lanjut dia, teknik ini punya kekurangan tak tahan lama dan sangat mudah rusak jika tersiram air hujan atau lapuk oleh kelembaban. Toh, apapun teknik yang dipakai para penggiat grafiti di tanah air, nasib mereka jelas lebih bagus dibandingkan kawan-kawan mereka di luar negeri.
Sebut saja pentolan grafiti internasional asal New York , Ewok-sempat datang ke Jakarta bulan lalu-yang sudah delapan kali masuk bui karena grafiti dari 1993 hingga 2001. Dengan kondisi ini, tak heran setiap hari akan makin mudah saja kita temui grafiti baru di sudut kota Jakarta dan warna-warni indah itu serasa makin mengepung kita.
Oleh Algooth Putranto Wartawan Bisnis Indonesia (algooth.putranto@bisnis.co.id)

Selasa, 26 Februari 2008

ADIDAS Vs INITATION "Turn On Platic"

Ide kreative perpaduan antara tempat sepatu adidas dan INVI untuk acara EDM......
via : Forum REVELEX.Net

Senin, 25 Februari 2008

Mitch Of JAVA

Copyright @ Photoshop CS2

Kamis, 07 Februari 2008

Tipografi Kurir Komunikasi Visual

Oleh Sumbo Tinarbuko

Ketika seseorang berbicara kepada orang lain, sesungguhnya orang tersebut sedang melafalkan beberapa lambang bunyi yang arti dan maknanya telah disepakati bersama.

Lambang bunyi, dalam konteks ini, divisualkan dalam bentuk simbol-simbol yang disusun sedemikian rupa sehingga dapat dibaca dan dimengerti maksudnya. Dalam peradaban modern, lambang bunyi yang berbentuk huruf memiliki peranan penting dalam sebuah proses komunikasi antarmanusia.

Huruf dan tipografi dalam perkembangannya menjadi ujung tombak guna menyampaikan pesan verbal dan pesan visual kepada seseorang, sekumpulan orang, bahkan masyarakat luas yang dijadikan tujuan akhir proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan atau target sasaran.

Huruf dan tipografi merupakan soko guru tunggal yang tidak bisa dipisahkan antara satu dengan lainnya. Banyak orang sudah melek huruf, sudah pasti mengenal lambang bunyi tersebut. Mereka sudah pasti dapat mengeja, membaca, dan menuliskan lambang bunyi itu untuk berbagai kepentingan dan keperluannya masing-masing.

Huruf dan tipografi diyakini sebagai saudara kembar yang tidak bisa dipisahkan secara genetikal. Dalam hubungannya dengan desain komunikasi visual, huruf dan tipografi adalah elemen penting yang sangat diperlukan guna mendukung proses penyampaian pesan verbal maupun visual.

Adalah menjadi sesuatu yang sulit dipahami manakala Anda sebagai seorang komunikator ketika sedang menyampaikan informasi yang terkait dengan produk atau jasa hanya mengandalkan aspek pesan visual yang berbentuk deretan gambar atau ilustrasi tanpa menerakan pesan verbal berbentuk susunan huruf yang dikemas dalam balutan pilihan tipografi yang persuasif dan komunikatif.

Hal itu barangkali bisa dilakukan sebagai salah satu strategi komunikasi untuk ‘’mencuri” perhatian khalayak sasaran. Tetapi perlakuan semacam itu harus segera dilengkapi dan dikunci dengan pesan verbal berupa susunan kata dan kalimat berdasarkan pilihan tipografi yang persuasif dan komunikatif.

Karena peranan huruf dan tipografi sangat penting dalam penyampaian informasi berbentuk pesan sosial atau pun komersial terkait keberadaan sebuah produk atau jasa, maka mutlak bagi desainer komunikasi visual untuk mengenali bentuknya, mengetahui dan memahami karakternya, serta dapat memanfaatkan potensi kekuatannya dalam sebuah perancangan komunikasi visual.

Tipografi dalam hal ini adalah seni memilih dan menata huruf untuk berbagai kepentingan menyampaikan informasi berbentuk pesan sosial atau pun komersial. Dewasa ini, perkembangan tipografi banyak dipengaruhi oleh kemajuan teknologi digital.

Tipografi dalam konteks desain komunikasi visual mencakup pemilihan bentuk huruf, besar huruf, cara dan teknik penyusunan huruf menjadi kata atau kalimat sesuai dengan karakter pesan (sosial atau komersial) yang ingin disampaikan.

Huruf yang telah disusun secara tipografis merupakan elemen dasar dalam membentuk sebuah tampilan desain komunikasi visual diyakini dapat memberikan inspirasi untuk membuat suatu komposisi yang menarik. Sedangkan bentuk-bentuk tipografi itu sendiri dapat dipergunakan secara terpisah atau dapat pula dikomposisikan dengan materi lain seperti ilustrasi hand drawing atau pun image foto.

Sudah menjadi rahasia umum dalam ranah media komunikasi visual, tipografi merupakan unsur pokok yang tidak dapat dipisahkan. Dalam perkembangannya, ada lebih dari seribu macam huruf Romawi atau Latin yang telah diakui oleh masyarakat dunia. Tetapi huruf-huruf tersebut sejatinya hasil dari perkawinan silang dari lima jenis huruf berikut ini:

  • (1) Huruf Romein. Garis hurufnya memperlihatkan perbedaan antara tebal-tipis dan mempunyai kaki atau kait yang lancip pada setiap batang hurufnya.
  • (2) Huruf Egyptian. Garis hurufnya memiliki ukuran yang sama tebal pada setiap sisinya. Kaki atau kaitnya berbentuk lurus atau kaku.
  • (3) Huruf Sans Serif. Garis hurufnya sama tebal dan tidak mempunyai kaki atau kait.
  • (4) Huruf Miscellaneous. Jenis Huruf ini lebih mementingkan nilai hiasnya daripada nilai komunikasinya. Bentuknya senantiasa mengedepankan aspek dekoratif dan ornamental.
  • (5) Huruf Script. Jenis huruf ini menyerupai tulisan tangan dan bersifat spontan.

Sementara itu, Danton Sihombing (2001: 96) mengelompokkan keluarga huruf berdasarkan latar belakang sejarahnya:

  • (1) Old Style, jenis huruf ini meliputi: Bembo, Caslon, Galliard, Garamond.
  • (2) Transitional, jenis huruf ini meliputi: Baskerville, Perpetua, Times New Roman.
  • (3) Modern, jenis huruf ini meliputi: Bodoni.
  • (4) Egyptian atau Slab Serif, jenis huruf ini meliputi: Bookman, Serifa.
  • (5) Sans Serif, jenis huruf ini meliputi: Franklin Gothic, Futura, Gill Sans, Optima.

Seorang desainer komunikasi visual harus mampu memilih dan memainkan huruf-huruf tertentu dalam melakukan aktivitas perancangan. Ia harus menjadikan rangkaian huruf (kata atau kalimat) tidak sekadar bisa dibaca dan dimengerti maknanya. Tetapi lebih dari itu, seorang desainer komunikasi visual harus piawai menampilkan tipografi yang enak dipandang mata, dan lebih melancarkan pembaca dalam memahami makna pesan sosial ataupun komersial yang disampaikan melalui media komunikasi visual.

Dengan demikian, keberadaan tipografi dalam rancangan karya desain komunikasi visual sangat penting. Sebab melalui perencanaan dan pemilihan tipografi yang tepat baik untuk ukuran, warna, dan bentuk, diyakini mampu menguatkan isi pesan verbal karya desain komunikasi visual tersebut.

Menurut buku ‘’Social Communication” seperti dikutip Bebe Indah Miryam, ada beberapa faktor yang mempengaruhi mudah tidaknya sebuah pesan verbal yang terkandung dalam karya desain komunikasi visual untuk dicermati, di antaranya: pertama, latar belakang. Yakni warna dasar dan tekstur kertas yang dipergunakan. Teks yang menjadi unsur utama dari sebuah pesan verbal akan terlihat jelas manakala keberadaan warna huruf dan latarnya cukup kontras.

Kedua, besar huruf yang digunakan. Ukuran standar teks antara 6 sampai 10 point, tergantung dari luas ruangan yang tersedia dan banyak sedikitnya teks hasil diadopsi dari keluarga huruf yang ingin ditampilkan.

Selain itu, Danton Sihombing (2001:28) mengingatkan, keluarga huruf terdiri atas berbagai kembangan yang berakar dari struktur bentuk dasar (regular) sebuah alfabet dan setiap perubahan berat huruf masih memiliki kesinambungan bentuk. Perbedaan tampilan yang pokok dalam keluarga huruf dibagi menjadi tiga bentuk pengembangan: (1) kelompok berat terdiri dari light, regular, dan bold. (2) Kelompok proporsi condesed, regular, dan extended. (3) Kelompok kemiringan yaitu italic.

Ketiga, spasi antarhuruf, kata maupun jarak antarbaris kalimat. Keempat, faktor-faktor subjektif seperti jarak baca maupun kualitas penerangan ketika membaca.

Berdasarkan hal tersebut di atas, maka ketika desainer komunikasi visual mahir menguasai tipografi untuk dipergunakan menyampaikan informasi yang bersifat sosial ataupun komersial, maka sejatinya sang desainer tersebut mampu memposisikan dirinya menjadi kurir komunikasi (visual) yang bertanggung jawab kepada masyarakat luas yang dijadikan target sasaran. Dengan menjadi kurir komunikasi yang baik - berkat pemilihan tipografi yang tepat dengan mengedepankan aspek readibilitas (dipengaruhi oleh ukuran huruf, jarak antarhuruf, dan jarak antarbaris yang terlalu dekat atau jauh) dan legibilitas (dipengaruhi oleh kerumitan desain huruf, penggunaan warna, tinta, dan kertas) yang akurat - maka masyarakat luas tidak akan terjebak pada perkara-perkara atau kasus-kasus mengarah pada belantara perbedaan persepsi yang akan menimbulkan bencana misscommunication!

via: Sumbo Tinarbuko (http://sumbo.wordpress.com/), Konsultan Desain, dan Dosen Komunikasi Visual FSR-ISI Yogyakarta. Sekarang Kandidat Doktor FIB UGM.