Cuma Iseng....................
hueuehueuheuhuh
BeforeGw Inget waktu jaman Kuliah....pas Mata Kuliah Illustrasi....disuruh Sket ini lah cabo bikin Skaet muka pake titik / Garis dll akhirny kemarin iseng2 gw bikin pake Photoshop.... Tools Brushed 1 pt gw bikin Sketsa muka....setelah gw kerjain selama 1 Bulan ( ngga full Pastinya) Akhirnya jadi juga. Gila ternyata cape banget Klak-Klik Mulu
Posted By
Rhi`Q a.k.a RyoKha
0
Basa Basinya
gw tertatang nih....gara2 ngga bisa 3D gw coba bikin deh...tapi ngga pake Software 3D......justru gw kolaborasiin ma 2 Software.......
Outline + 2D : CorelDRAW X4
Couloring + Finishing Touch : Photoshop Cs 3
Alhasil
Posted By
Rhi`Q a.k.a RyoKha
0
Basa Basinya
Label: Imageenation Reject
Merah warna gw.....banyak arti dari warna merah.....yang artinya lo juga dah pada tau... buat nambah koleksi lo gw mo kasih warna Fav gw nih.......untuk Wallpeper lo......silakan di DL / Save as
Posted By
Rhi`Q a.k.a RyoKha
0
Basa Basinya
Label: Art Imageenation
semua bakal jadi pasti kalo duit udah berbicara.......seandai² adalah kata yang tepat dalam hidup gw....yang akhirnya gw tumpahin dalam visual gw
"Seandainya gw punya ASTON MARTIN gw bakal modif abis²an"
Posted By
Rhi`Q a.k.a RyoKha
0
Basa Basinya
Label: Imageenation Reject
seharian kerja ngga ada Order.....mo bikin kesibukan tapi bingung....iseng gw punya foto "one of my lovely friend" (halah apaan sih bahasanya) yah gw re-touch.....yang sekarang umurnya 26 gw bikin 17 tahun...xxiixixixixix
"Dian jangan marah yahh....huheuehuehue"
Posted By
Rhi`Q a.k.a RyoKha
0
Basa Basinya
Label: Imageenation Reject
Rekor Vote Tertinggi Selama Join di Photoshopcontest(PSC).........ga nyangka.......gimana menurut lo...??
Label: Art Imageenation
Salah Satu Karya Pameran Gw Yang Ada Di "EXHIBITION BATIKAHOLIC" Gw Ambil Produk Ini karena emang Gw Cinta mati ma ALL STAR
copyright @ Photoshop CS2 & CORELDraw X3
Label: Image Report
Berapa biaya yang dikeluarkan untuk membuat sebuah flyer? berikut ini basic price buat dikebet, supaya tidak ketipu ama percetakan... 1. Film Sebelum lo ke percetakan, lo harus buat film. Separasi biasanya membutuhkan 4 warna (Cyan, Magenta, Yellow, Black). Untuk yang lebih advance lagi, mungkin lo bisa main di 2 atau 3 warna untuk berhemat. Sebuah film 4 warna ukuran A4 biasanya lo bisa tebus dengan harga 60.000-an 2. Kertas Yang paling populer untuk bikin flyer biasanya memakai kertas ART KARTON, ketebalan kertas bisa lo pilih. Pilih kertas yang tidak terlalu tipis, biasanya orang lebih suka dengan kertas yang tebal. Art karton 260 sampai 310 biasa di pakai. Di toko kertas mereka tidak menjual ukuran yang kita inginkan, mereka jual biasanya dengan 2 ukuran, 65 x 100 dan 79 x 109. Sebuah kertas Art karton 310 ukuran 65 x 100 biasanya dijual dgn harga Rp. 2500 selembar, lo bisa minta mereka potong kertas itu sesuai ukuran FILM yang lo bikin. Jenis kertas lain yang lagi trend saat ini adalah IVORY, ciri cirinya adalah salah satu permukaannya lebih kasar dari yang lain. biasanya sisi yang kasar ini yang dicetak. kelebihannya adalah menyerap warna lebih baik dibandingkan sisi yang halus. kelemahannya adalah membutuhkan waktu lebih lama untuk kering. harga kurang lebih sama dengan ART Karton... 3. Percetakan Sesudah bikin film, dan beli kertas, lo bawa itu semua ke percetakan yang lo mau. Percetakan biasanya mempunyai 2 jenis mesin, ini harus lo perhatikan karena berpengaruh dengan luas cetakan yang akan lo buat. jenis pertama adalah GTO, yang mempunyai ukuran 36 x 52 cm, yang kedua adalah SORM, yang berukuran 69 x 100. Sesuaikan ukuran Film dan Kertas sesuai jenis mesin yang akan lo pakai. Gua biasanya memilih GTO karena ongkos cetak yang lebih murah. Satu tips lagi adalah, maksimalkan film dan kertas yang lo pakai, pergunakan sebesar mungkin luas yang lo pakai. Gua biasanya masukkan semau design yang gua ingin cetak, flyer bolak balik dan invitation. Jadi dalam sekali cetak lo bisa dapat semua. Untuk ongkosnya biasanya dihitung berdasarkan berapa warna yang lo pakai. Mesin GTO biasanya dihargai 80.000 per warna. Jadi jika lo pakai 4 warna, ongkos cetaknya adalah 320.000... Jumlah maksimal yang diperbolehkan biasanya tidak lebih dari 3000 x naik cetak (3000 kertas). Sekali lagi, maksimalkan ukuran kertas yang lo akan pakai, karena akan lebih murah ongkos cetaknya. 4. After effect / Finishing touch - Laminating dop paling populer, harga Rp. 0.20 / cm persegi - Glossy finish Rp. 0.08 / cm persegi - UV Spot Rp. 0.25 / cm persegi + biaya film - Pisau Pound (untuk bentuk aneh aneh) 60.000 - 300.000 , ongkos potong 60.000 / 1000 lembar Cetak mencetak flyer kalau sudah tahu caranya mending dikerjakan sendiri, akan lebih hemat lumayan banyak, apalagi jika elo bisa optimalkan cost yang lo keluarkan dengan jumlah cetakan yang diinginkan. Kalau bingung cari dimana tempat yang nyediain semua ini, biasanya gua ke daerah belakang permata hijau, Jl. kebayoran lama, disana lo bisa temuin mulai dari tempat bikin film sampai ke tempat finishing... Semoga membantu dan berguna...
Label: Artikel Desain
Copyright @ Photoshop CS2
Label: Imageenation Reject
Label: Image Report
Label: Artikel Desain
Posted By
Rhi`Q a.k.a RyoKha
0
Basa Basinya
Label: Image Report
Oleh Sumbo Tinarbuko
Ketika seseorang berbicara kepada orang lain, sesungguhnya orang tersebut sedang melafalkan beberapa lambang bunyi yang arti dan maknanya telah disepakati bersama.
Lambang bunyi, dalam konteks ini, divisualkan dalam bentuk simbol-simbol yang disusun sedemikian rupa sehingga dapat dibaca dan dimengerti maksudnya. Dalam peradaban modern, lambang bunyi yang berbentuk huruf memiliki peranan penting dalam sebuah proses komunikasi antarmanusia.
Huruf dan tipografi dalam perkembangannya menjadi ujung tombak guna menyampaikan pesan verbal dan pesan visual kepada seseorang, sekumpulan orang, bahkan masyarakat luas yang dijadikan tujuan akhir proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan atau target sasaran.
Huruf dan tipografi merupakan soko guru tunggal yang tidak bisa dipisahkan antara satu dengan lainnya. Banyak orang sudah melek huruf, sudah pasti mengenal lambang bunyi tersebut. Mereka sudah pasti dapat mengeja, membaca, dan menuliskan lambang bunyi itu untuk berbagai kepentingan dan keperluannya masing-masing.
Huruf dan tipografi diyakini sebagai saudara kembar yang tidak bisa dipisahkan secara genetikal. Dalam hubungannya dengan desain komunikasi visual, huruf dan tipografi adalah elemen penting yang sangat diperlukan guna mendukung proses penyampaian pesan verbal maupun visual.
Adalah menjadi sesuatu yang sulit dipahami manakala Anda sebagai seorang komunikator ketika sedang menyampaikan informasi yang terkait dengan produk atau jasa hanya mengandalkan aspek pesan visual yang berbentuk deretan gambar atau ilustrasi tanpa menerakan pesan verbal berbentuk susunan huruf yang dikemas dalam balutan pilihan tipografi yang persuasif dan komunikatif.
Hal itu barangkali bisa dilakukan sebagai salah satu strategi komunikasi untuk ‘’mencuri” perhatian khalayak sasaran. Tetapi perlakuan semacam itu harus segera dilengkapi dan dikunci dengan pesan verbal berupa susunan kata dan kalimat berdasarkan pilihan tipografi yang persuasif dan komunikatif.
Karena peranan huruf dan tipografi sangat penting dalam penyampaian informasi berbentuk pesan sosial atau pun komersial terkait keberadaan sebuah produk atau jasa, maka mutlak bagi desainer komunikasi visual untuk mengenali bentuknya, mengetahui dan memahami karakternya, serta dapat memanfaatkan potensi kekuatannya dalam sebuah perancangan komunikasi visual.
Tipografi dalam hal ini adalah seni memilih dan menata huruf untuk berbagai kepentingan menyampaikan informasi berbentuk pesan sosial atau pun komersial. Dewasa ini, perkembangan tipografi banyak dipengaruhi oleh kemajuan teknologi digital.
Tipografi dalam konteks desain komunikasi visual mencakup pemilihan bentuk huruf, besar huruf, cara dan teknik penyusunan huruf menjadi kata atau kalimat sesuai dengan karakter pesan (sosial atau komersial) yang ingin disampaikan.
Huruf yang telah disusun secara tipografis merupakan elemen dasar dalam membentuk sebuah tampilan desain komunikasi visual diyakini dapat memberikan inspirasi untuk membuat suatu komposisi yang menarik. Sedangkan bentuk-bentuk tipografi itu sendiri dapat dipergunakan secara terpisah atau dapat pula dikomposisikan dengan materi lain seperti ilustrasi hand drawing atau pun image foto.
Sudah menjadi rahasia umum dalam ranah media komunikasi visual, tipografi merupakan unsur pokok yang tidak dapat dipisahkan. Dalam perkembangannya, ada lebih dari seribu macam huruf Romawi atau Latin yang telah diakui oleh masyarakat dunia. Tetapi huruf-huruf tersebut sejatinya hasil dari perkawinan silang dari lima jenis huruf berikut ini:
Sementara itu, Danton Sihombing (2001: 96) mengelompokkan keluarga huruf berdasarkan latar belakang sejarahnya:
Seorang desainer komunikasi visual harus mampu memilih dan memainkan huruf-huruf tertentu dalam melakukan aktivitas perancangan. Ia harus menjadikan rangkaian huruf (kata atau kalimat) tidak sekadar bisa dibaca dan dimengerti maknanya. Tetapi lebih dari itu, seorang desainer komunikasi visual harus piawai menampilkan tipografi yang enak dipandang mata, dan lebih melancarkan pembaca dalam memahami makna pesan sosial ataupun komersial yang disampaikan melalui media komunikasi visual.
Dengan demikian, keberadaan tipografi dalam rancangan karya desain komunikasi visual sangat penting. Sebab melalui perencanaan dan pemilihan tipografi yang tepat baik untuk ukuran, warna, dan bentuk, diyakini mampu menguatkan isi pesan verbal karya desain komunikasi visual tersebut.
Menurut buku ‘’Social Communication” seperti dikutip Bebe Indah Miryam, ada beberapa faktor yang mempengaruhi mudah tidaknya sebuah pesan verbal yang terkandung dalam karya desain komunikasi visual untuk dicermati, di antaranya: pertama, latar belakang. Yakni warna dasar dan tekstur kertas yang dipergunakan. Teks yang menjadi unsur utama dari sebuah pesan verbal akan terlihat jelas manakala keberadaan warna huruf dan latarnya cukup kontras.
Kedua, besar huruf yang digunakan. Ukuran standar teks antara 6 sampai 10 point, tergantung dari luas ruangan yang tersedia dan banyak sedikitnya teks hasil diadopsi dari keluarga huruf yang ingin ditampilkan.
Selain itu, Danton Sihombing (2001:28) mengingatkan, keluarga huruf terdiri atas berbagai kembangan yang berakar dari struktur bentuk dasar (regular) sebuah alfabet dan setiap perubahan berat huruf masih memiliki kesinambungan bentuk. Perbedaan tampilan yang pokok dalam keluarga huruf dibagi menjadi tiga bentuk pengembangan: (1) kelompok berat terdiri dari light, regular, dan bold. (2) Kelompok proporsi condesed, regular, dan extended. (3) Kelompok kemiringan yaitu italic.
Ketiga, spasi antarhuruf, kata maupun jarak antarbaris kalimat. Keempat, faktor-faktor subjektif seperti jarak baca maupun kualitas penerangan ketika membaca.
Berdasarkan hal tersebut di atas, maka ketika desainer komunikasi visual mahir menguasai tipografi untuk dipergunakan menyampaikan informasi yang bersifat sosial ataupun komersial, maka sejatinya sang desainer tersebut mampu memposisikan dirinya menjadi kurir komunikasi (visual) yang bertanggung jawab kepada masyarakat luas yang dijadikan target sasaran. Dengan menjadi kurir komunikasi yang baik - berkat pemilihan tipografi yang tepat dengan mengedepankan aspek readibilitas (dipengaruhi oleh ukuran huruf, jarak antarhuruf, dan jarak antarbaris yang terlalu dekat atau jauh) dan legibilitas (dipengaruhi oleh kerumitan desain huruf, penggunaan warna, tinta, dan kertas) yang akurat - maka masyarakat luas tidak akan terjebak pada perkara-perkara atau kasus-kasus mengarah pada belantara perbedaan persepsi yang akan menimbulkan bencana misscommunication!
via: Sumbo Tinarbuko (http://sumbo.wordpress.com/), Konsultan Desain, dan Dosen Komunikasi Visual FSR-ISI Yogyakarta. Sekarang Kandidat Doktor FIB UGM.
Posted By
Rhi`Q a.k.a RyoKha
0
Basa Basinya
Label: Artikel Desain
Support by Visualclinique & Komunitas EX ADVY-ers